Indukudang ukuran 50 gram dapat dihasilkan telur antara 15.000 s/d 25.000 butir. Telur tersebut akan dilepas dilingkungan air payau setelah 12-14 hari sejak pembuahan. Adapun lingkungan yang cocok untuk penetasan udang galah adalah air payau dengan salinitas 11-13 permil. Pembuatanparit/caren untuk udang galah berukuran lebar 1 m dengan kedalaman 60 - 75 cm. Konstruksi Mina Padi: Penanaman padi. Setelah petakan kering, air dapat dialiran kembali agar udang galah yang masih tersisa dalam petakan dapat terselamatkan; Setelah masa pemeliharaan selama 90 hari dihasilkan udang ukuran konsumsi (25 - 35 g/ekor udangdewasa akan kembali ke laut dalam untuk melakukan pemijahan. Udang dewasa menyukai perairan payau dengan salinitas 15-20 ppt. 2.3 Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Larva Udang Windu Dalam perkembangan larva udang windu mengalami beberapa perubahan bentuk dan pergantian kulit. Secara umum pergantian kulit larva dimulai dari IkanSiakap mendiami sungai, dan air laut. Diet utamanya adalah anak-anak ikan (termasuk anaknya) dan juga udang, serangga kecil seperti cengkerik, dan cacing . Siakap muda makan zooplankton. Spesies katadromous ini tinggal di sungai dan menyusur sungai dan kekuala dan lembah takungan banjir bagi bertelur. Keduanyadikembangkan, karena bisa menjadi pakan alami untuk budi daya udang windu, vaname, dan kakap putih . Penggunaan mikroalga dalam perikanan budi daya menjadi tahapan yang sangat penting dan berharga. Organisme sangat kecil tersebut menjadi sumber pakan yang biasanya digunakan untuk pakan larva ikan, udang, zooplankton, dan juga ikan Agrozine- Udang yang bernama ilmiah Macrobrachium rosenbergii ini merupakan komoditas ikan air tawar dengan citarasa yang enak dan bernilai jual tinggi. Seiring berkembangnya pariwisata dan beragam kuliner udang galah di Indonesia, minat masyarakat untuk mengkonsumsi udang galah semakin meningkat. Peluang ekspor di Indonesia juga terbuka fhOW.

cara membuat air payau untuk udang galah